Sistem Pencatatan Persediaan Secara Umum

Dalam praktik secara umum, terdapat 3 (tiga) cara perusahaan dalam mencatat persediaan untuk menghasilkan informasi yang diperlukan stakeholder-nya yaitu:
1. Sistem Informasi Persediaan Manual
Sistem ini menggunakan cara-cara tradisional dalam mengumpulkan dan mengolah data serta menghasilkan informasi yang diperlukan oleh stakeholder, misalnya melalui pencatatan secara manual dalam kertas. Sistem informasi manual biasanya akan memiliki kelemahan dari sisi pengendalian, akurasi, redundancy, dan pemodifikasian untuk menghasilkan informasi.
2. Sistem Informasi Persediaan Berbantuan Komputer
Sistem ini sebenarnya hampir sama dengan manual, hanya saja sistem ini sedikit lebih maju dengan menggunakan komputer dalam proses pengolahan data menjadi informasi. Namun kelemahan sistem ini adalah penggunaan komputer hanya dalam proses pengolahannya saja dan belum terintegrasi antar bagian sehingga informasi yang dihasilkan sedikit lebih baik dan cepat dari sistem informasi secara manual. Kelemahan lain dari sistem ini adalah tidak adanya rekam jejak atas kegiatan transaksi dan proses yang telah dilakukan sehingga kurang akuntabel dari suatu sistem secara keseluruhan. Penggunaan Microsoft Excel dalam sistem informasi persediaan termasuk dalam kategori ini.
3. Sistem Informasi Persediaan Berbasis Komputer (IT Inventory)
IT Inventory adalah suatu sistem informasi yang di-design dan dibangun oleh perusahaan terkait persediaan barang dengan cara mengintegrasikan sistem input, proses dan output menggunakan teknologi komputer dalam menghasilkan informasi terkait persediaan yang dibutuhkan oleh stakeholder. Sistem informasi persediaan merupakan salah satu subsistem dari Sistem Informasi Akuntansi yang akan menghasilkan informasi laporan keuangan dan informasi lainnya yang dibutuhkan oleh stakeholder. Dengan adanya integrasi ini menyebabkan sistem informasi yang dihasilkan lebih cepat, akurat dan memiliki rekam jejak atas kegiatan transaksi dan proses yang dilakukannnya.