Latar Belakang IT Inventory – Perkembangan Teknologi

Perkembangan teknologi terutama teknologi informasi pada dekade ini sangatlah cepat sehingga hampir semua orang sangat familiar dengan teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat tidak terlepas dari tuntutan perusahaan dan para pimpinan perusahaan sebagai pengguna dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk memenuhi kebutuhan atas informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan. Pemanfaatan informasi dengan basis teknologi informasi merupakan suatu keharusan saat ini apabila perusahaan dan para pimpinan perusahaan tersebut ingin bersaing di era globalisasi saat ini.
Sebagaimana diketahui bahwa penggunaan teknologi informasi dalam perusahaan adalah untuk mengolah data yang diperoleh dan dipergunakan oleh perusahaan sehingga menghasilkan informasi yang akan dipergunakan oleh pemilik/pengelola perusahaan. Hampir semua informasi laporan keuangan termasuk subsistemnya saat ini dihasilkan melalui basis teknologi informasi khususnya teknologi informasi berbasis komputer.

Akses Bea Cukai dan Pajak Terhadap IT Inventory

Akses terhadap IT Inventory sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) hanya dapat dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk.
Pejabat Bea dan Cukai sebagaimana dimaksud di atas dilarang memberitahukan data dan/atau informasi yang diperoleh dari akses terhadap IT Inventory kepada pihak lain yang tidak berhak.
Pejabat Bea dan Cukai yang:
a. menyalahgunakan akses terhadap IT Inventory; dan/atau
b. memberitahukan data dan/atau informasi yang diperoleh dari akses terhadap IT Inventory kepada pihak lain yang tidak berhak sebagaimana dimaksud di atas,
dikenakan hukuman disiplin dan/atau hukuman lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan.

IT Inventory dapat diakses oleh Direktorat Jenderal Pajak dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sesuai ketentuan perundang-undangan.

KERAHASIAAN DATA DAN/ATAU INFORMASI

Untuk kepentingan pemeriksaan, Pejabat Bea dan Cukai dapat mengakses IT Inventory yang dimiliki oleh perusahaan penerima fasilitas Pembebasan, Pengembalian, Kawasan Berikat, Gudang Berikat, dan/atau Toko Bebas Bea.
Data dan/atau informasi yang diterima oleh Pejabat Bea dan Cukai yang diperoleh dari akses terhadap IT Inventory sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dikelola dengan profesional, bersifat rahasia, dan digunakan untuk kepentingan pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sesuai ketentuan perundang-undangan.

Fasilitas Pembebasan / Pengembalian Wajib Menggunakan IT Inventory

Perusahaan yang menggunakan fasilitas:
a. Pembebasan;
b. Pengembalian;
c. Kawasan Berikat;
d. Gudang Berikat; dan/atau
e. Toko Bebas Bea,
diharuskan untuk memiliki dan mendayagunakan IT Inventory.
Pemenuhan ketentuan pendayagunaan IT Inventory, dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Apakah IT Inventory Bea Cukai itu?

Sistem Informasi Persediaan Berbasis Komputer, yang selanjutnya disebut IT Inventory, adalah suatu sistem informasi yang dirancang, dibangun, dan digunakan oleh perusahaan untuk:
a. mengadministrasikan persediaan barang dengan cara mengintegrasikan sistem transaksi pemasukan, sistem transaksi pemakaian barang dan sistem transaksi pengeluaran barang;
b. menghasilkan informasi terkait persediaan melalui teknologi komputer; dan
c. menghasilkan laporan sesuai dengan kriteria dan persyaratan dalam fasilitas kepabeanan yang digunakan.